X

Follow Me!

Show your Support. Become a FAN!

Contact Us


Cara Mengukur Volume Air

 

Volume air dapat dengan mudah diukur asalkan wadah air tersebut mempunyai bentuk persegi. Untuk kolam hias biasanya mempunyai bentuk dan ukuran yang berlekuk-lekuk. Ada beberapa tujuan dari kegiatan mengukur volume air, diantaranya :




1. Mengetahui jumlah volume air (dalam liter), untuk dapat memperkirakan biaya penggunaan air
2. Memudahkan menentukan dosis pemberian kondisioner air yang biasanya menggunakan ukuran xx     ml kondisioner untuk xx liter air kolam.
3. Memudahkan menentukan kepadatan jumlah ikan per satuan ukuran volume air (liter).

Mengukur Volume Air

1. Kolam berbentuk prisma segi empat

Untuk mengukur volume air dapat dilakukan dengan cara sederhana sebagai berikut :

Tentukan panjang (pa), lebar (la), dan tinggi (ta) air yang mengisi kolam tersebut.
Hitung volume isi (air) kolam, dengan cara mengkalikan panjang (pa) dengan lebar (la) dan dengan tinggi (ta) nya, hasilnya merupakan nilai dari volume isi (air) kolam tersebut.
Konversikan satuan volume yang telah dihitung (cm3) ke dalam satuan Liter (dm3) dengan membaginya dengan angka 1000.

Ilustrasi :



Dimensi

panjang isi (air) kolam (pa) = 60 cm
lebar isi (air) kolam (la) = 30 cm
tinggi isi (air) kolam (ta) = 30 cm
Volume
volume isi (air) kolam = pa x la x ta, maka
volume isi (air) kolam = 60 cm x 30 cm x 30 cm
volume isi (air) kolam = 54000 cm3
volume isi (air) kolam = 54000 cm3 / 1000 = 54 dm3 = 54 Liter



2. Kolam berbentuk prisma segitiga siku


Untuk mengukur volume air dapat dilakukan dengan cara sederhana sebagai berikut :

Tentukan luas alas air (ap) yang berupa segitiga siku dengan cara mengkalikan rusuk alasnya (ra) dengan tinggi (ta) segitiga tersebut kemudian dibagi dengan angka 2.
Hitung volume isi (air) kolam, dengan cara mengkalikan luas alas air (ap) dengan tinggi prisma (tp), hasilnya merupakan nilai dari volume isi (air) kolam tersebut.
Konversikan satuan volume yang telah dihitung (cm3) ke dalam satuan Liter (dm3) dengan membaginya dengan angka 1000.

Ilustrasi :



Dimensi

rusuk alas segitiga isi (air) kolam (ra) = 20 cm
tinggi alas segitiga isi (air) kolam (ta) = 30 cm
tinggi prisma isi (air) kolam (tp) = 50 cm
Luas Alas Segitiga Siku
Luas Alas Segitiga Siku (ap) = ( r x t ) / 2
Luas Alas Segitiga Siku (ap) = ( 20 cm x 30 cm ) / 2
Luas Alas Segitiga Siku (ap) = 300 cm2
Volume
volume isi (air) kolam = ap x tp , maka
volume isi (air) kolam = 300 cm2 x 50 cm
volume isi (air) kolam = 15000 cm3
volume isi (air) kolam = 15000 cm3 / 1000 = 15 dm3 = 15 Liter

3. Kolam berbentuk silinder (tabung)

Untuk mengukur volume air dapat dilakukan dengan cara sederhana sebagai berikut :

Tentukan luas alas air (at) yang berupa lingkaran dengan cara mengkalikan 3,14 dengan pangkat-dua jari-jari lingkaran (ra) alasnya.
Hitung volume isi (air) kolam, dengan cara mengkalikan luas alas air (at) dengan tinggi silinder (tt), hasilnya merupakan nilai dari volume isi (air) kolam tersebut
Konversikan satuan volume yang telah dihitung (cm3) ke dalam satuan Liter (dm3) dengan membaginya dengan angka 1000.

Ilustrasi :



Dimensi

jari-jari alas lingkaran isi (air) kolam (ra) = 10 cm
tinggi silinder isi (air) kolam (tt) = 50 cm
Luas Alas Lingkaran
Luas Alas Lingkaran (at) = 3,14 x (ra)^2
Luas Alas Lingkaran (at) = 3,14 x (10 cm)^2
Luas Alas Lingkaran (at) = 314 cm2
Volume
volume isi (air) kolam = at x tt , maka
volume isi (air) kolam = 314 cm2 x 50 cm
volume isi (air) kolam = 15700 cm3
volume isi (air) kolam = 15700 cm3 / 1000 = 15,7 dm3 = 15,7 Liter

4. Wadah / Kolam yang mempunyai bentuk tidak beraturan


Untuk mengukur volume air suatu wadah yang mempunyai bentuk tidak beraturan (kolam) / yang sulit untuk diukur dapat dilakukan dengan cara sederhana sebagai berikut :

Cari alat bantu berupa wadah yang berukuran lebih kecil dan mempunyai ukuran volume isi (air) yg sudah ditetapkan sebelumnya (wk), seperti kotak kaleng, kotak plastik, ember, dll.
Isi air pada wadah tersebut sesuai dengan ukuran kapasitas yang telah ditentukan.
Isi wadah yang mempunyai bentuk tidak beraturan (wb) dengan wadah yang lebih kecil yang volume air nya telah ditentukan sebelumnya (wk).
Hitung berapa kali (n) wadah kecil (wk) digunakan untuk mengisi air pada wadah yang mempunyai bentuk tidak beraturan (wb).
Hasil hitung (n) kemudian dikalikan dengan volume wadah yang berukuran lebih kecil tersebut (wk).

Ilustrasi :



Dimensi

kolam berbentuk prisma setengah elips (wb)
ember sebagai wadah kecil (wk) kapasitas 10 liter air
Perhitungan
telah dilakukan pengisian dari ember (wk) ke kolam (wb) sampai air dirasa cukup penuh untuk digunakan, sebanyak 3 ember (n).
Volume
volume isi (air) kolam = n x kapasitas (wk)
volume isi (air) kolam = 3 x 10 liter
volume isi (air) kolam = 30 liter

Catatan : untuk ukuran panjang, lebar, tinggi, rusuk, dan jari-jari dari sisi-sisi air diukur mulai dari sisi bagian dalam kaca (ketebalan) kolam.

Tidak ada komentar:
Write komentar

Lokasi strategis, tetapi mobil tankinya bikin rusak jalan didepan lokasi depotnya. Tolong pengelola bisa lebih bertangungjawab.


Iwan Kristiono

Local Guide - Tingkat 6